Terlebihkepada orang tua, Tunjukkanlah rasa sayangmu khususnya di hari VD ini. Ahir kata saya sampaikan, Selamat Hari Valentine Day buat kita semua. Terimakasi. Contoh diatas, Hanyalah sekedar pembukaan, dan mengakhiri. Saudara Tambahkan kata-kata diatas agar lebih mantab. Ohya, Saudara mungkin perlu tahu.
PIDATO: Hari Valentine Penuh Pesona ala Levrita; Pidato Syarief : Yang Terhormat, Ibu Guru Pembimbing; Pidato Menyambut Hari Pramuka; Contoh Pidato : Bapak Ibu Guru Yang Saya Hormati, Serta; Pidato Dan Dialog : Hari Pahlawan; Pidato : Yang Kami Hormati Ibu Kepala Madrasah, Bapak Ibu; Pidato Singkat SUMPAH PEMUDA; Pidato : Yth. Bapak/Ibu Guru; Pidato Tentang : SUMPAH PEMUDA; Pidato : Yang Terhormat Ibu Artanti Serta Yang Saya Sayangi
Harivalentine (valentine's day) sudah sangat melekat di benak masyarakat bahwa tanggal 14 februari setiap tahun diperingati sebagai hari valentine atau hari kasih sayang. Pidato tentang menolak hari valentine. Oct 10, 2020 Ā· jadi, dalam kesempatan pidato kali ini saya akan menyampaikan pendapat saya tentang hari valentine. Seorang pastor di
Vay Tiį»n Nhanh Chį» Cįŗ§n Cmnd. - Valentine Day sering dirayakan oleh sebagian umat Islam terutama kalangan remaja. Tanggal 14 Februari setiap tahunnya, dirayakan sebagai hari Valentine oleh sejumlah orang di berbagai belahan dunia. Valentine Day merupakan hari ketika orang-orang mengekspresikan kasih sayangnya untuk orang lain, khususnya pasangan. Hari Valentine yang memiliki akar pada tradisi masa Romawi Kuno dan hari untuk memperingati kematian pendeta penebar kasih, Santo Valentine, ini selalu mengundang perdebatan di Indonesia. Valentine's Day Six Fifths Distilling Beberapa pihak beranggapan bahwa merayakan Valentine haram hukumnya karena hari kasih sayang tersebut bukan termasuk budaya Islam. Pengasuh LPD Al-Bahjah, Buya Yahya, memberikan penjelasan tentang hukum merayakan Valentine Day. "Sebelum menjelaskan hukum merayakan Valentine Day kita harus apa itu tahu hakikat Valentine Day. Sebab, slogan yang diangkat dalam Valentine Day adalah cinta atau hari kasih sayang, yang hal itu juga sangat diajarkan oleh Islam," kata Buya Yahya dilansir dari akun instagramnya buyayahya_albahjah. Buya Yahya menjelaskan, ada kerancauan atau kesalahpahaman hingga banyak dari kaum muslimin tergesa-gesa menerima bahkan membela dan ikut memeriahkannya. Padahal, kalau dicermati dengan seksama, maka akan sangat gamblang dan jelas hukumnya. Dikatakan oleh para ulama "Alhukmu Ala Syaiin Farāun An Tasowwurihi" artinya menghukumi sesuatu itu harus tahu terlebih dahulu gambaran dari permasalahan yang akan di hukumi. Maksudnya Jikalau orang ingin menghukumi sesuatu maka tentunya ia harus tahu benar akan sesuatu yang akan dihukumi supaya tidak salah. Gambaran sederhananya adalah seseorang yang menjelaskan hukum halal dan haram diharuskan tahu dua hal. Pertama, tahu hakikat halal dan haram. Halal adalah sesuatu yang direstui atau diizinkan oleh Allah Ta'ala.
Bulan Februari, dikenal sebagai bulan kasih sayang, karena di pertengahnnya ada hari yang disebut sebagai hari kasih sayang atau Valentine Day. Pada hari-hari itu banyak anak-anak belia kita yang terlihat berlebihan dalam menunjukkan rasa cinta dan rasa kasih sayangnya kepada teman-teman yang mereka anggap istimewa. Hal ini menjadi sebuah pertanyaan tersendiri bagi kaum muslimin, tentang asal-usulnya dan bolehkah umat Islam ikut merayakanya? Pertama, apakah hari kasih sayang atau Valentine Day itu sendiri? Valentine Day berasal dari budaya dunia barat atau Eropa, sehingga hal ini tidak mempunyai akar dalam budaya Indonesia. Asal mula budaya ini sendiri juga sangat simpang siur. Ada yang mengatakan bersumber dari tradisi suatu agama tertentu namun ada pula yang mengatakan budaya ini tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Mengenai asal muasal budaya Valentine Day itu ada banyak versi yang beredar. Dua yang masyhur di antaranya adalah Budaya ini bermula pada abad ke-3 M, saat raja Romawi yang bernama Claudius menghukum pancung seorang pendeta bernama Santo Valentine pada tanggal 14 Februari 269 M. Santo Valentine dihukum pancung karena menikahkan seorang prajurit muda peserta wajib militer kerajaan yang ingin menikah. Saat itu, tindakan Santo Valentine dianggap sebagai melawan peraturan kerajaan. Saat itu Claudius sedang getol menghimpun anak muda untuk mau jadi tentara kerajaan guna menakhlukan kerajaan yang lain. Namun hanya sedikit anak muda yang mau jadi prajurit, Caludius berpikir kalau anak muda dilarang menikah maka dia akan suka rela menjadi prajurit kerajaan karena hatinya tidak lagi terpaut dalam keluarga. Bagi pihak gereja tertentu, tindakan Santo Valentine tersebut dianggap benar karena telah melindungi orang yang menjalin cinta, sehingga dia dinobatkan sebagai pahlawan kasih sayang. Sehingga, tercatatlah dalam sejarah bahwa setiap tanggal 14 Februari diperingati sebagai hari kasih sayang. Versi yang lain pada masa itu ada anak muda biasa yang bernama Valentine yang ditangkap petugas kerajaan karena menolak menjadi prajurit. Saat itu semua laki-laki warga kerajaan Roma diwajibkan menjadi Prajurit Kerajaan dalam waktu tertentu. semacam Wamil. Dia tidak mau jadi prajurit karena merasa hatinya hanya dipenuhi dengan cinta kasih, dia tidak bisa menjadi prajurit yang bertugas membunuh orang lain. Oleh karena itu dia dipenjara dan terus disiksa selama berbulan-bulan supaya tumbuh rasa benci dan hasrat membunuhnya. Namun upaya itu tidak berhasil, akhirnya dia akan dihukum mati pada suatu pagi di tanggal 14 Februari. Pada malam menjelang hukuman mati itu dia menulis surat panjang yang dititipkan kepada petugas penjara. Surat itu ditujukan kepada perempuan yang lumpuh dan buta namun sangat dia kasihi. Inti surat itu adalah permintaan maaf karena tidak bisa lagi mengurus dirinya. Konon siapapun yang membaca atau mendengar orang membaca surat itu pasti akan menitikkan air mata dan terguncang semua saraf cinta kasihnya. Kedua, Lepas dari asal mulanya inti dari Valentine adalah mengistimewakan satu hari tertentu untuk menunjukkan kasih sayang kepada orang yang dikasihi. Islam tidak pernah mengkhususkan hari dan tanggal tertentu untuk menunjukan rasa kasih sayang kita kapada sesama. Islam malah mewajibkan umatnya untuk merayakan hari cinta kasih itu setiap hari dan setiap saat. Bukankah di dalam Islam ada tuntuntan untuk memulai segala sesuatu dengan mengucap kalimat basmallah, bismillahirahmirrahim yang berarti dengan menyebut nama Allah yang Maha pengasih lagi Maha penyayang. Tentu saja cara merayakan kasih sayang menurut agama Islam itu berbeda dengan cara kaum jahiliyah dalam merayakan cinta kasihnya. Cara menunjukan kasih sayang kita kepada orang tua adalah dengan menghormati dan memperlakukan mereka dengan baik sebagaimana tuntunan Allah dalam surat Luqman. Cara menunjukan kasih sayang kita kepada yang lebih muda adalah dengan membimbing mereka supaya selalu teguh di jalan Allah. Dan sebagainya. Cara menunjukan kasih sayang di dalam Islam adalah tidak dengan cara berkasih-kasihan antar sesama anak muda. Karena cara berkasih-kasihan dan berpacar-pacaran seperti yang dilakukan kebanyakan anak muda sekarang ini adalah perbuatan yang dekat dengan dosa zina. Dalam hal ini dengan snagat jelas Allah sudah berfirman, āDan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang burukā. Al-Israāayat 32 Maka teranglah keharaman perbuatan yang sering terjadi pada muda-mudi sekarang ini, apalagi jika ditambah dengan mengkhususkan satu hari untuk melakukanya. Muhammadiyah telah menjelaskan hal ini pula pada Majalah Suara Muhammadiyah No. 23 tahun 2003. Ketiga, kemudian banyak orang yang melindungi perayaan ini dengan mengatakan banyak yang tidak mendekati zina dengan pacaran sehat, dsb. Hal ini merupakan dusta dan hanya menutupi kebathilan, karena nyatanya pada setiap perayaan Valentine Day ditemui omzet penjualan kondom di apotek maupun di supermaket melonjak tinggi dan rata di seluruh Indonesia. Selain pembelian, juga sering didapati kampanye sex aman dan bagi-bagi alat kontrasepsi sebagai perayaan Valentine. Kesimpulan, Valentine Day adalah perayaan yang sangat dekat dengan zina yang dilarang keras oleh Islam oleh karenanya perayaan yang demikian juga dihukumi haram. Akan tetapi tentu tidak cukup kalau hanya mengutuk dan mencaci anak-anak belia kita yang mengikuti hal ini, karena sebenarnya mereka adalah korban dari hantaman gelombang budaya sesat dan jahiliyah itu. Daripada sibuk mengutuk dan memberikan dalil-dalil agama yang mungkin tidak mereka mengerti, tampaknya kita lebih baik selalu memberi mereka nasehat dengan cara yang maāruf, memberi pengertian secara perlahan namun ajeg, serta memberi contoh yang nyata dalam menunjukan rasa cinta dan kasih sayang kita kepada sesama manusia. Wallahu aālam bishowwab dengan penyesuaian Hits 5689
Sudah sangat melekat di benak masyarakat bahwa tanggal 14 Februari setiap tahun diperingati sebagai Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang. Terlepas dari polemik perdebatan umat tentang peringatan hari tersebut, ada hal penting yang harus kita cermati. Contoh teks pidato berikut adalah referensi yang dapat kalian gunakan untuk mengisi pembicaraan tentang Hari Valentine di depan umum. English Good morning everyone, Itās such an honor to be here with you in this occasion. Let me deliver my thoughts on the upcoming event some people are celebrating Valentineās Day. I understand thereās always been proās and contraās over the idea, regardless the story behind the day ā whether they see it as the day a Saint died or the day to romanticize the meaning of love and relationship. People have different views on whether it should or not be celebrated and the way to do. We all know that, these days, what we see on February 14 are chocolates, flowers, the pink color, and love stories everywhere. People try to show how much of a lover they are on the day. While some others agree that love can be expressed anytime, itās not deniable that people still think of the moment as a sacred day to talk about love. The problem is not with what they believe, but the tradition they follow to celebrate the day. It is never a problem to show your affection by buying someone you love flowers as a gift, but do not think that flowers is the only symbol of love. Itās your right to give your lover chocolates, but never think that without chocolate, your love isnāt complete. Those things canāt measure love, neither can sex. You know, many underage teenagers lose their virginity just for the sake of being a true loverā. Many others try hard not to stay single on the Valentineās Day just to look cool. This is where it goes toxic. And unfortunately, many people still believe it that way. I am not promoting nor discouraging the celebration of Valentineās Day, but Iām asking you to teach people ā be it your students, your kids, your family ā that love has no standards. Itās your right to celebrate the day or not, but for those who do, remember that it is about being the truest in loving; not forcing yourself on what you canāt do or what you donāt want. We never have to worry about people celebrating the Valentineās Day, but we must be aware of the destructive tradition they believe should be done. If celebrating Valentineās Day makes them become more loving and caring, itās sure a good thing. But instead, if itās only a competition to look more of a perfect couple in the eyes of others, thereās something wrong about it. The strength of love is in sincerity. If you are sincere, you wonāt mind what others say about what you do. Last but not least, never believe in what will only destroy you. I hope you all have a good day. Thank you. Indonesia Selamat pagi semuanya, Sebuah kehormatan untuk bisa berada di sini bersama saudara sekalian pada kesempatan ini. Izinkan saya menyampaikan pemikiran-pemikiran saya tentang peristiwa mendatang yang biasa dirayakan oleh banyak orang Hari Valentine. Saya paham selalu ada pro dan kontra tentang ini, apapun yang melatarbelakanginya ā baik mereka memandang Hari Valentine sebagai hari kematian seorang Santo atau hari untuk meromantisasi makna dari cinta dan hubungan. Orang-orang memiliki pandangan yang berbeda tentang perlu-tidaknya hari tersebut dirayakan serta caranya. Kita semua tahu bahwa belakangan ini, yang kita lihat di tanggal 14 Februari adalah cokelat, bunga, warna pink, dan cerita-cerita cinta di segala tempat. Orang-orang berusaha menunjukkan betapa mereka adalah seorang pencinta dalam hari tersebut. Meski sebagian orang berpendapat bahwa rasa cinta bisa diekspresikan kapan saja, tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat masih berpikiran bahwa momen Valentine merupakan hari yang sakral untuk membicarakan tentang cinta. Yang menjadi masalah sebenarnya bukan apa yang mereka percayai, melainkan tradisi yang mereka anut untuk merayakan hari tersebut. Tentu tidak salah untuk menunjukkan kasih sayang dengan menghadiahkan bunga pada orang yang dikasihi, tapi jangan sampai berpikiran bahwa bunga adalah simbol kasih sayang satu-satunya. Tentu sudah jadi hak Anda untuk menghadiahkan cokelat kepada kekasih; tapi jangan pernah berpemahaman bahwa tanpa cokelat, cinta Anda menjadi kurang sempurna. Benda-benda itu ā cokelat, bunga, dan sebagainya ā tidak bisa mengukur besarnya rasa cinta, tidak juga dengan seks. Banyak sekali remaja di bawah umur yang melepas keperawanannya hanya untuk menjadi pencinta yang sejatiā. Banyak juga yang berusaha agar tidak menjomblo di Hari Valentine hanya demi dipandang keren. Ini pemikiran yang beracun. Dan sayangnya, masih banyak yang berkeyakinan senegatif itu. Di sini saya tidak mempromosikan perayaan Hari Valentine ataupun mencegahnya, akan tetapi saya mengajak Anda sekalian untuk mengajarkan kepada yang laināentah murid Anda, anak Anda, atau keluarga Andaābahwa cinta tidak memiliki standar/ukuran khusus. Adalah hak Anda untuk merayakannya atau tidak, tapi bagi yang merayakan, ingat bahwa ini adalah tentang menjadi yang paling tulus dalam mencintai; bukannya memaksakan diri untuk melakukan yang tidak bisa dilakukan atau yang tidak diinginkan. Kita tidak perlu merisaukan tentang Hari Valentine yang dirayakan, namun kita harus waspada dengan tradisi merusak yang diyakini perlu dilakukan. Jika dengan merayakan Hari Valentine membuat seseorang dapat menjadi lebih penyayang dan perhatian, tentu itu hal yang positif. Sebaliknya, jika hanya dijadikan sebagai ajang kompetisi pasangan paling sempurna di mata yang lain, tentu ada yang salah. Kekuatan cinta ada pada ketulusan. Jika Anda tulus, Anda tak akan memikirkan ucapan orang lain tentang perbuatan Anda. Yang tidak kalah penting, jangan meyakini hal yang hanya akan merusak diri. Semoga hari Anda menyenangkan. Terima kasih.
pidato tentang hari valentine